Rabu, 03 April 2013

Serangkum Sajak: MALAM INI (1)

oleh Erlin Erlina Soraya (Catatan) pada 19 Oktober 2012 pukul 8:15 

SENYUM LENTERA

tidurku amat panjang
aku terbangun karena pijar lentera
tergantung di sudut kamar
membias di antara udaraudara bisu

lentera tersenyum pada dinding
: aku senang dia terbangun, karena kupikir dia takkan pernah terbangun

BUNGKAM

izinkan aku istirah
dari lelah menunggu
petugas yang ia kirim untukku
kulihat kelangit
: sampai kapan aku menunggunya turun?

dan, harusnya aku bisa menjadikannya puisi
ketika hadir dalam mimpi seperti saat malam gerimis tadi
ada banyak suara berdesak di kepalaku
sampai mesti yang mana aku dahulukan
namun akhirnya hanya terbekap
bungkam

FOKUS

seperti malam ini
seolah aku sedang di belakang kemudi
hilang leluasa
kujaga jalan, kutahan nafas
jangan sampai tercabik
dari serangkaian kotak mesin yang kukemudi

tak terkesan, merah hijau kuningnya di pinggiran jalan
: aku fokus

KAU

aku tak lagi ingin
hingga pada suatu senja
kau hadir, dengan sejumput gundah
dan menggores kata sederhana
: aku cinta

aku melihatmu merunduk berlahan
sembunyikan setiap butir air di bola mata
kemudia tegak tersenyum
: Ah, kau...


BNA Wanadadi 20/10/2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar