Minggu, 01 Maret 2015

Syair Vricilla Tastingka, untukku

Bidadari firdaus

Aku menyebutnya begitu ketika suatu sore kala senja mengacak-acak cakrawala dia menguntai suara.
Rupa warna dilewatinya dalam gulitanya perih doa-doa dalam juta misteri yang memetamorfosa di bianglala
Hitungan napas di hamparan aksara pujapuji menopang nada tiap helaan sukma
Kau wanita firdaus melempar kesahmu tanpa ragu hanya padaNya
Aku termangu mempelajari helaian nyawa yang kau kais diberanda raga
Rerindu "tebarlah mantra-mantra pembagi tawa hingga sekejap saja tawanya meraga terlupa lava" doaku dalam syahdu kisahnya.
— bersama Erlin Erlina Soraya.

Jumat, 27 Februari 2015

JIWA

Bernyanyilah jiwa, meski raga terdera derita. Kau gubahlah, gugahlah jiwa. Di sanalah kekuatan indah dan kemegahannya. Takkan ada yang tahu, takkan pernah ada. Kecuali Allah yang maha pengasih penyayang adanya.

BNA 28022015

Selasa, 24 Februari 2015

WARNA

Ada Kau
tawa itu
menjadi mudah
ketika semua serupa pusaran
melempar
menenggelamkan
memukulku jatuh

Kau
mengangkat
membuatku berdiri
Kaubasuh
wajah lusuh
Kau, memberiku warna sebanyak Kausuka, sejak lama... Dan Kaubiarkan aku jadi seperti adanya mengikuti tarian-tarian sederhana yang menentramkan jiwa. Lalu kau bebaskan aku berbagi cerita, pada sesiapa yang tak berkeberatan meluaskan pendengarannya. Pun mata-mata yang suka keindahannya. WARNA

BNA, 24022015

Senin, 16 Februari 2015

SEJAK LAMA

Aku bukan siapa-siapa, atau sesiapa yang kaukenali kehebatannya... Aku hanya perindu, rindu yang kau kenal bertahun lamanya. Pun aku tidak akan memohon padamu untuk tidak kecewa... Begini adanyalah aku sejak lama...

Photo y EES

Jumat, 13 Februari 2015

DEMI CINTA DI SUDUT SEMESTA

Aku bahkan lupa kapan kau datang
Seperti baru kemarin, kita duduk bertukar nama
Bertukar cerita
Tentang senyap, yang menemani sepanjang malam
Tentang bulan redup, mencari jejak matahari
Tentang rindu yang terlipat dini hari
Juga airmata saat terlepas pinta
Kau melangkah tanpa istirah
Tanpa menghitung berapa banyak kehilangan terompah
Demi embun di sudut semesta cinta 


BNA, 13022015

Jumat, 06 Februari 2015

KENAPA?

Masih ingat, warna yang dulu aku ceritakan? Tersusun di atas meja bundar terlihat memikat.

"Kau pilih yang mana?" Begitu aku bertanya, malah matamu berkaca-kaca lalu butir-butir kristal keluar dari ujungnya...

Sementara aku sama sekali tidak mengerti... Bahkan ketika kau pamit pergi. -EES- 

BNA 07022015

Kamis, 05 Februari 2015

ANGIN, DENGAR AKU...


ANGIN, DENGAR AKU...

Biar, kulipat kecil lara yang telah sudah, akan kuajak kau, duduk diberanda. Lalu mengajak awan singgah.

Sesekali biar kunikmati tiupan kecilmu, seusai bercanda dengan awan.

Jangan biarkan awan tertidur... Sampai bulan menjemput bintang-bintang. -EES-

BNA 24022014