Rabu, 20 Maret 2013


PADA BUNDA
oleh Erlin Erlina Soraya

lihat bunda, aku kembali
beratus kilo jarak yang telah kutempuh
hingga serasa kaki tak berpijak
tidak apa bunda
lelah yang singgah akan segera sirna
melihat wajahmu yang rona
tuntas lepas sudah penatku

aku ingat hari ketika bunda bacakan puisi
tentang mawar yang ingin menjelma kelopak melati
kepak kecil kupu-kupu manis di taman
ciricit burung-burung cantik
tentang senandung bulan
juga bintang yang iri
karena kejoraku yang sudah mengalahkannya
setiap malam, hingga melenakanku
sampai datangnya pagi

bunda, aku mengagumimu
sebagai mahakarya-Nya
yang tak ada bandingnya
kau selalu membawaku mendaki
menunjukkan padaku
jalan di depan sana
masih lebih tinggi bukitnya
terjal itu bukan untuk di hindari, juga curamnya
harus kulewati tidak dengan keluh
meski begitu peluh

bunda, kau bilang kita telah punya nama
yang di sebut gembira
senyum yang biru muda itu
cukup membuatku setuju
aku semakin tidak takut
karena aku merasa semakin merah
bersama bunda...
merahku kian maron dan semakin tua merahnya

BNA Wanadadi 15032013
Ilustrasi: Aquaticforum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar