Aku hanya ingin menulis puisi, itu saja... Aku hanya ingin menulis
JANJI
berjanjilah dengan angin
tual badai akan menerpa
berjanjilah pada laut
helai ombak menghanyutkan
aku ingin berjanji
duhai kau kekasih hati
yang tersenyum jika aku salah
yang terjaga jika aku sakit
yang menatap penuh kasih
jika nafasku sesak terhela
seperti Kau kekasih
aku hanya ingin Kau Kekasihku
yang tak lelah menyeru memanggilku
: qiyam dihadapan-Mu, berserah pada-Mu, bersenang-senang, bermunajat di gelap malam
ujung malam-Mu
ada di ujung sajadahku
panggilanmu dari langit
akan aku penuhi
aku berjanji
menyepi aku, menunggu di tiap malam
: Engkau turun kelangit bumi
mengizinkan bulan tersenyum sejuk
di sudut jendelaku
DEBU DESEMBER
tak kutemu lagi
jemari mengukir rasa
seperti debu bulan desember
tersapu hujan
hilang
kau lebih suka ketika rindu jadi purba
masih selalu di pembaringan
apa yang kau tunggu, kekasih
kau peluk puisi yang tak jadi
semalaman sampai pagi
hingga wajahmu serupa bulan
pucat pasi
kekasih
seperti pintamu
aku telah bisikkan
pada sembrani kudamu
: ini bukan gilirannya
atau perjanjian sembrani
mendahului keinginan
: salam rindu kutitip lewat jemarimu
kekasih
Kau adalah segumpal cahaya dalam do'a
BNAAY Wanadadi 09122012
JANJI
berjanjilah dengan angin
tual badai akan menerpa
berjanjilah pada laut
helai ombak menghanyutkan
aku ingin berjanji
duhai kau kekasih hati
yang tersenyum jika aku salah
yang terjaga jika aku sakit
yang menatap penuh kasih
jika nafasku sesak terhela
seperti Kau kekasih
aku hanya ingin Kau Kekasihku
yang tak lelah menyeru memanggilku
: qiyam dihadapan-Mu, berserah pada-Mu, bersenang-senang, bermunajat di gelap malam
ujung malam-Mu
ada di ujung sajadahku
panggilanmu dari langit
akan aku penuhi
aku berjanji
menyepi aku, menunggu di tiap malam
: Engkau turun kelangit bumi
mengizinkan bulan tersenyum sejuk
di sudut jendelaku
DEBU DESEMBER
tak kutemu lagi
jemari mengukir rasa
seperti debu bulan desember
tersapu hujan
hilang
kau lebih suka ketika rindu jadi purba
masih selalu di pembaringan
apa yang kau tunggu, kekasih
kau peluk puisi yang tak jadi
semalaman sampai pagi
hingga wajahmu serupa bulan
pucat pasi
kekasih
seperti pintamu
aku telah bisikkan
pada sembrani kudamu
: ini bukan gilirannya
atau perjanjian sembrani
mendahului keinginan
: salam rindu kutitip lewat jemarimu
kekasih
Kau adalah segumpal cahaya dalam do'a
BNAAY Wanadadi 09122012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar