Selasa, 02 April 2013

AKU BUKAN SEDANG MINTA IZIN


Aku hanya ingin menulis puisi, itu saja... Aku hanya ingin menulis


JANJI

berjanjilah dengan angin
tual badai akan menerpa
berjanjilah pada laut
helai ombak menghanyutkan

aku ingin berjanji
duhai kau kekasih hati
yang tersenyum jika aku salah
yang terjaga jika aku sakit
yang menatap penuh kasih
jika nafasku sesak terhela

seperti Kau kekasih
aku hanya ingin Kau Kekasihku
yang tak lelah menyeru memanggilku
: qiyam dihadapan-Mu, berserah pada-Mu, bersenang-senang, bermunajat di gelap malam

ujung malam-Mu
ada di ujung sajadahku
panggilanmu dari langit
akan aku penuhi
aku berjanji

menyepi aku, menunggu di tiap malam
: Engkau turun kelangit bumi
mengizinkan bulan tersenyum sejuk
di sudut jendelaku

DEBU DESEMBER

tak kutemu lagi
jemari mengukir rasa
seperti debu bulan desember
tersapu hujan
hilang

kau lebih suka ketika rindu jadi purba
masih selalu di pembaringan
apa yang kau tunggu, kekasih

kau peluk puisi yang tak jadi
semalaman sampai pagi
hingga wajahmu serupa bulan
pucat pasi

kekasih
seperti pintamu
aku telah bisikkan
pada sembrani kudamu
: ini bukan gilirannya

atau perjanjian sembrani
mendahului keinginan
: salam rindu kutitip lewat jemarimu

kekasih
Kau adalah segumpal cahaya dalam do'a


BNAAY Wanadadi 09122012



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar