Sabtu, 20 April 2013

AKU HANYA SEDANG RINDU

AKU HANYA SEDANG RINDU
oleh admin Erlin Erlina Soraya


Telah tertiup, mendung yang bergelayut di bahuku, kautahu aku masih selalu suka purnama yang berkaca pada telaga. Sambil mengingat ceritamu, yang kini jadi ceritaku denganmu; Tentang mendung, purnamamu, matahari dan mimpiku. Entah apa masih kau ingat lagi, di jelang senja kebersamaan kita. Berbicara tentang cinta.

Teristimewa bagiku ketika segenggam rinduku karenamu, bertemu denganmu di bawah hujan adalah menakjubkan. Menilas jejak perjalanan kita, begitu membahagiakan, lewati sebuah pondok indah yang kita impikan. Denganmu di tepian telaga, menunggu bergulirnya matahari menuju senja adalah kebiasaan kita.

Kemudaiam begitu malam, kita lanjutkan percakapan, masih tentang mendung, tentang purnama yang enggan muncul karena awan kelabu menyelimutinya. Tentang bergulirnya matahari, yang sangat mengerti, adalah waktunya untuk pergi, lalu meninggalkan lembayung yang kita suka, meski perlahan ia pun pergi juga.

Tatapan teduhmu menundukkan jiwaku, terpancar kasihmu padaku, di tiap malam menjelang tidurku. Dikau kecup kening seketika, kauberikan pula kelopak indah melati harum mewangi, seraya bisik ramah: Istirahatlah sayang, hela nafas lega segalanya, keindahan anugerah-Nya tiada terhingga.



BNA Wanadadi 18042013
Ilustrasi: Internet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar