oleh Erlin Erlina Soraya
Mengenalmu sebagai angin
bukan baru kemarin
kenapa kaumengira
aku lebih suka menunggu siur lain
ketika angin menyapa
Merasakan sejuk angin tak seperti siurnya
pada punggung kasih angin bersandar
sendiri ia datang selalu dengan berani
tak perduli meski lelah singgah berkali
mengingat kau yang selalu tanya, "sayang, aku datang?"
BNA Wanadadi 16042013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar