UJUNG WAKTU oleh Erlin Erlina Soraya
adalah langit tempat berdiam sejoli bitang dan bulan
ketika mendung bergelayut menyembunyikannya
di balik kelabunya awan, sehingga mentari kehilangan
langit putih memjelma kelam
hujan ketika malam adalah rinai hati
setelah malam merayap pergi berlahan
malu-malu matahari membiaskan sinarnya
berjingkat mengendap-endap bersama angin
pelangi telah jatuh di ujung danau
ketika hujan pagi sudah enggan mencium bumi
pada matahari ia menengadah
: terima kasih kau telah membuat langit menjadi indah
hari-hari telalu cepat berganti
ketika mimpi tiada yang sudah
namun bukan kekalahan sang waktu
karena hanya berjalan yang dia tahu
awan putih menyandarkan hati pada senja
ketika lelah menyapa begitu lama
hingga malam menurunkan kembali jubahnya
: dengar, ujung waktu telah memanggilnya
BNA Wanadadi 23/10/2012
Ilustrasi: Resim & Fotograf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar