Rabu, 10 April 2013

DISELA BELUKAR SURATMU



Aku sedang tersenyum-senyum pada belukar, ketika kubaca surat yang kutemu di selanya. Halaman depan kubaca tentang kau bercerita, setetes-setetes terhimpunnya cinta. Dan tak harus ada tanda cinta di antaranya...

Percayaku tak kucari dari mungkin, cukup kau. Kau lihat aku, masih burung bersayap, yang pada pelosokmu berpetualang, namun kenapa masih bertanya kenapa kucinta? Padahal angin pesanmu telah kupigura: kucinta kucinta kucinta.

Kuntum itu telah berembun sejak lama, hingga senyumku bukan lagi sisa. Telah aku rasa sudah sejak beribu lesatan cahaya, kau telah ada. Dan nun jauh itu sudah bukan lagi jaraknya.

Lalu kubaca lagi cerita, tentang tetes harap yang kau endapkan, mengucur lembut pada muara pengertian. Begitu nian beningnya rasa, kutemu padamu yang terdalam. Hatiku sudah tak lagi gurun, semilir embunmu ada di dalamku.

Seperti candu adalah persuaan.


BNA Wanadadi 01022013
Ilustrasi: Resim & Fotograf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar