oleh Erlin Erlina Soraya (Catatan) pada 14 September 2012 pukul 19:59
dua gadis kecil bermain
gelak tawa mengusir sepi
berlarian sepanjang pematang kolam
pagi di ujung duka
satu gadis kecil terjatuh
tangan mungil menggapai meraih asa
mulut terlelap penuh air kematian
jeritnya hiasi pagi kosong, kelam
pematang kolam
membisu
Ketika airmata
raungan kengerian
tak terjawab
pada jiwa yang tergoncang
ia tak lepaskan pandang
pada mata penuh airmata
pada tubuh yang mengaram
pelan
menghilang
jeritnya tak mengusik
popohonan pun
pagi masih kosong
ketika duka
gadis kecil di kolam
menatap belas kasih
berhenti bermimpi
kembali
terhenti isak
berhenti menangis
angin mati pada pagi kelam
gadis kecil di pematang kolam
getar tubuh tak henti
wajah berurai air mata
ketakutan
menggigil dingin
menjerit
pagi tak bersahabat
nyawa terjerat
pagi diam
sedih
BNA Wanadadi, 13/09/2012
gelak tawa mengusir sepi
berlarian sepanjang pematang kolam
pagi di ujung duka
satu gadis kecil terjatuh
tangan mungil menggapai meraih asa
mulut terlelap penuh air kematian
jeritnya hiasi pagi kosong, kelam
pematang kolam
membisu
Ketika airmata
raungan kengerian
tak terjawab
pada jiwa yang tergoncang
ia tak lepaskan pandang
pada mata penuh airmata
pada tubuh yang mengaram
pelan
menghilang
jeritnya tak mengusik
popohonan pun
pagi masih kosong
ketika duka
gadis kecil di kolam
menatap belas kasih
berhenti bermimpi
kembali
terhenti isak
berhenti menangis
angin mati pada pagi kelam
gadis kecil di pematang kolam
getar tubuh tak henti
wajah berurai air mata
ketakutan
menggigil dingin
menjerit
pagi tak bersahabat
nyawa terjerat
pagi diam
sedih
BNA Wanadadi, 13/09/2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar