ingin segera aku lelap
gigil dingin membuatku hanya diam
senyap tak membuatku beranjak
indahnya kunang-kunang pada kelam
tak lagi menyihirku
hingga gumpalan lembut putih keabuan
perlahan turun menjelma embun
bergayut pada daun
namun
pesonanya yang jelita
tak jua mengundang senyum
gadis kecilku...
kau adalah cinta yang tak terhapus
kini telah kau tanam sunyi di mataku
terbaring, menghilang ceriamu
mata jelimu lemah memandangku
kali ini kau adalah kejora
yang menyayat jiwaku
duhai buah hatiku
jendela pun muram memandangmu
ia rindu kau bukakan daunnya
rindu sandaran tubuhmu
ketika pagi
menunggu biasnya mentari
sayang
esok
kau akan lihat
hujan di luar sana
telah meninggalkan warna
pelangi yang kau suka
tersenyum mempesona
pada-Mu
sang penggenggam segala
kembalikan kejora di matanya
ceria yang biasa kusuka
tawanya yang membuat laraku sirna
aku sungguh merindukannya
BNA Wanadadi 22/09/2012
gigil dingin membuatku hanya diam
senyap tak membuatku beranjak
indahnya kunang-kunang pada kelam
tak lagi menyihirku
hingga gumpalan lembut putih keabuan
perlahan turun menjelma embun
bergayut pada daun
namun
pesonanya yang jelita
tak jua mengundang senyum
gadis kecilku...
kau adalah cinta yang tak terhapus
kini telah kau tanam sunyi di mataku
terbaring, menghilang ceriamu
mata jelimu lemah memandangku
kali ini kau adalah kejora
yang menyayat jiwaku
duhai buah hatiku
jendela pun muram memandangmu
ia rindu kau bukakan daunnya
rindu sandaran tubuhmu
ketika pagi
menunggu biasnya mentari
sayang
esok
kau akan lihat
hujan di luar sana
telah meninggalkan warna
pelangi yang kau suka
tersenyum mempesona
pada-Mu
sang penggenggam segala
kembalikan kejora di matanya
ceria yang biasa kusuka
tawanya yang membuat laraku sirna
aku sungguh merindukannya
BNA Wanadadi 22/09/2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar