riuhnya hatimu seumpama lebatnya hujan
tiap tetesnya adalah rindu
sepanjang cerita yang terbisik juga rindu
yang terlihat berserak di pelataran rumah
pun kau beri dia nama rindu
di kedalaman sana
entah kedalaman mana
matamu pun mampu melihat rindu
seakan ia abadi tak tertelan waktu
semilir yang aku rasakan sudah tak lagi asing
ia menyelinap di antara sekat
suara kecilya juga aku sangat mengenalinya
duhai kau yang selalu senyum madu
aku juga rindu
apalagi setelah ceritamu
tentang tetes hujan itu
rinduku kian saja.
kau tahu darah kita
masih selalu merah
semerah yang pernah aku muntahkan
begitupun rindunya kita
masih semerah itu
BNA Wanadadi 25022013
tiap tetesnya adalah rindu
sepanjang cerita yang terbisik juga rindu
yang terlihat berserak di pelataran rumah
pun kau beri dia nama rindu
di kedalaman sana
entah kedalaman mana
matamu pun mampu melihat rindu
seakan ia abadi tak tertelan waktu
semilir yang aku rasakan sudah tak lagi asing
ia menyelinap di antara sekat
suara kecilya juga aku sangat mengenalinya
duhai kau yang selalu senyum madu
aku juga rindu
apalagi setelah ceritamu
tentang tetes hujan itu
rinduku kian saja.
kau tahu darah kita
masih selalu merah
semerah yang pernah aku muntahkan
begitupun rindunya kita
masih semerah itu
BNA Wanadadi 25022013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar