oleh Erlin Erlina Soraya
/1/ BAWA AKU PULANG
bu, jemput aku
bawa aku pulang
: taman bungaku
aku rindu, bu
mawarku
sudah rekah
aku ingin melihatnya
sebelum gugur kelopaknya
melatiku
pasti juga rindu
kecupku di kelopaknya
aku ingat
senyum sedihnya
bu, kudengar bisik
tamanku resah
ilalang yang menyemak
sudah melukainya
sekulum senyumku
sudah dinantinya
/2/ KAU SUARA
menambat
mempesona
selalu, angin
yang membawa kabar
tentang nyanyian
yang kausenandungkan
tentang cerita
yang telah berdesakan
sebab kausimpan sekian lama
suara-suara
seolah memburuku
sehingga senyap
enggan lagi berdiam
ia lirih, bisik tak berisik
/3/ ROTI BAKAR
aku telah sekian masa
penyuka sepotong roti
yang selalu kau bagi
terlanjur ikrar tak akan aku makan
sebelum kau datang
setelah pamit kemarin petang
roti yang belum sempat kau bakar
masih aku simpan
/4/ CERITA KITA
Aku ingin
melanjutkan percakapan kita semalam
ketika beranda jadi begitu terang
Ketika kumulai berkisah
tentang suatu masa
untuk pertama kalinya aku berani memilih
membunuh setiap ragu
mencerai setiap ketergantungan pada kosongnya angan
melumat segala penat
Adalah hanya pengharapan pada-Nya
setelah yang aku, kauupayakan
dan atas jejak yang kita pijak
lalu udara yang kita hirup
meninggalkan yang telah berlalu
kukelana...
berpeluk asa
Derita itu hanya tamu
lara juga tamu
duka pun tamu
BNA Wanadadi 08032013
Ilustrasi : Internet
bu, jemput aku
bawa aku pulang
: taman bungaku
aku rindu, bu
mawarku
sudah rekah
aku ingin melihatnya
sebelum gugur kelopaknya
melatiku
pasti juga rindu
kecupku di kelopaknya
aku ingat
senyum sedihnya
bu, kudengar bisik
tamanku resah
ilalang yang menyemak
sudah melukainya
sekulum senyumku
sudah dinantinya
/2/ KAU SUARA
menambat
mempesona
selalu, angin
yang membawa kabar
tentang nyanyian
yang kausenandungkan
tentang cerita
yang telah berdesakan
sebab kausimpan sekian lama
suara-suara
seolah memburuku
sehingga senyap
enggan lagi berdiam
ia lirih, bisik tak berisik
/3/ ROTI BAKAR
aku telah sekian masa
penyuka sepotong roti
yang selalu kau bagi
terlanjur ikrar tak akan aku makan
sebelum kau datang
setelah pamit kemarin petang
roti yang belum sempat kau bakar
masih aku simpan
/4/ CERITA KITA
Aku ingin
melanjutkan percakapan kita semalam
ketika beranda jadi begitu terang
Ketika kumulai berkisah
tentang suatu masa
untuk pertama kalinya aku berani memilih
membunuh setiap ragu
mencerai setiap ketergantungan pada kosongnya angan
melumat segala penat
Adalah hanya pengharapan pada-Nya
setelah yang aku, kauupayakan
dan atas jejak yang kita pijak
lalu udara yang kita hirup
meninggalkan yang telah berlalu
kukelana...
berpeluk asa
Derita itu hanya tamu
lara juga tamu
duka pun tamu
BNA Wanadadi 08032013
Ilustrasi : Internet
Tidak ada komentar:
Posting Komentar