/1/
Adalah terang
paling terang di jalan itu
ketika kejora pada matamu
Pada cahaya yang paling debar
berselimut pengharapan
Sekarang pun esok
malaikat menyaksi
tak ada dahaga lain yang kau reguk
Berjagalah
/2/
Telah melewati ambang batas sesal
memerah setelah dihalau keinginan mendera setiap detaknya detik
: aku ingin berhenti
Kenapa angin kini lebih rajin membelaiku
setelah badainya
/3/
Ketika kehilangan bukan lagi luka
aku tak terlalu percaya
kelopak itu, dulu sekuntum bunga
yang rindu kelopaknya juga
Juga ketika helai-helai asa terengkuh
yang menyesak itu perlahan menjauh
pun tak percaya
: rumahku nun jauh
/4/
Sepotong hati sedang mencari celah
demi helai angin yang menyapu wajah
dan demi cahaya seberkas
Di luar, hujan sejenak sudah cukup berkisah
tentang rindu pelangi pada telaga tak bernama
BNA Wanadadi 18/11/2012
Adalah terang
paling terang di jalan itu
ketika kejora pada matamu
Pada cahaya yang paling debar
berselimut pengharapan
Sekarang pun esok
malaikat menyaksi
tak ada dahaga lain yang kau reguk
Berjagalah
/2/
Telah melewati ambang batas sesal
memerah setelah dihalau keinginan mendera setiap detaknya detik
: aku ingin berhenti
Kenapa angin kini lebih rajin membelaiku
setelah badainya
/3/
Ketika kehilangan bukan lagi luka
aku tak terlalu percaya
kelopak itu, dulu sekuntum bunga
yang rindu kelopaknya juga
Juga ketika helai-helai asa terengkuh
yang menyesak itu perlahan menjauh
pun tak percaya
: rumahku nun jauh
/4/
Sepotong hati sedang mencari celah
demi helai angin yang menyapu wajah
dan demi cahaya seberkas
Di luar, hujan sejenak sudah cukup berkisah
tentang rindu pelangi pada telaga tak bernama
BNA Wanadadi 18/11/2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar