Rabu, 03 April 2013

Serangkum Sajak Erlina

oleh Erlin Erlina Soraya (Catatan) pada 18 November 2012 pukul 18:12 
 
/1/

Adalah terang
paling terang di jalan itu
ketika kejora pada matamu

Pada cahaya yang paling debar
berselimut pengharapan

Sekarang pun esok
malaikat menyaksi
tak ada dahaga lain yang kau reguk

Berjagalah


/2/

Telah melewati ambang batas sesal
memerah setelah dihalau keinginan mendera setiap detaknya detik
: aku ingin berhenti

Kenapa angin kini lebih rajin membelaiku
setelah badainya

/3/

Ketika kehilangan bukan lagi luka
aku tak terlalu percaya
kelopak itu, dulu sekuntum bunga
yang rindu kelopaknya juga

Juga ketika helai-helai asa terengkuh
yang menyesak itu perlahan menjauh
pun tak percaya
: rumahku nun jauh

/4/

Sepotong hati sedang mencari celah
demi helai angin yang menyapu wajah
dan demi cahaya seberkas

Di luar, hujan sejenak sudah cukup berkisah
tentang rindu pelangi pada telaga tak bernama

BNA Wanadadi 18/11/2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar