Selasa, 16 April 2013

SERANGKUM SAJAK: SORAYA




TAK AKAN

badainya laut tak akan membuatku sembunyi
lebih-lebih gemuruh gelombang
yang ingin memecah karang
bahkan aku berkaki telanjang
berjalan belari bersama camar

aku suka buih ombak berlapis
apa kau juga suka?

RAPUH?

aku bukan mawar yang baru tumbuh
rapuh
sebentar bercermin di kolam taman
lalu takut luruh

aku lebih suka menenun hari
bersama embun di pucuk daun
selalu menanti pagi dengan pohon rimbun

ketika embun jatuh
di buku jemari
kelopak melati tersungging berseri
:aku juga sedang menanti

KAU TAK SEPERTI

kau tak seperti
pudarnya kain
di sudut temaramnya lentera
menanti birunya rindu
setelah sekian putaran waktu

kau tak seperti
burung patah sayap
hilang keberanian
menjemput angan di belukar

SENYUM MENDUNG

senja tak terlihat jingga
ketika senyum mendung bangga
: aku suka kau di balik jubahku

senja senang mendengar suara memanggil
seperti hari-hari kemarin
: jangan takut, kau kujemput

KAU DATANG

ketika hariku hitam pekat
ketika gemuruh menampung badai
Kau berlari melepas ikat
yang menjerat

Kau jemput aku di ujung titian
ketika aku telah banyak kehilangan

BNA Wanadadi 19/10/2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar