badainya laut tak akan membuatku sembunyi
lebih-lebih gemuruh gelombang
yang ingin memecah karang
bahkan aku berkaki telanjang
berjalan belari bersama camar
aku suka buih ombak berlapis
apa kau juga suka?
RAPUH?
aku bukan mawar yang baru tumbuh
rapuh
sebentar bercermin di kolam taman
lalu takut luruh
aku lebih suka menenun hari
bersama embun di pucuk daun
selalu menanti pagi dengan pohon rimbun
ketika embun jatuh
di buku jemari
kelopak melati tersungging berseri
:aku juga sedang menanti
KAU TAK SEPERTI
kau tak seperti
pudarnya kain
di sudut temaramnya lentera
menanti birunya rindu
setelah sekian putaran waktu
kau tak seperti
burung patah sayap
hilang keberanian
menjemput angan di belukar
SENYUM MENDUNG
senja tak terlihat jingga
ketika senyum mendung bangga
: aku suka kau di balik jubahku
senja senang mendengar suara memanggil
seperti hari-hari kemarin
: jangan takut, kau kujemput
KAU DATANG
ketika hariku hitam pekat
ketika gemuruh menampung badai
Kau berlari melepas ikat
yang menjerat
Kau jemput aku di ujung titian
ketika aku telah banyak kehilangan
BNA Wanadadi 19/10/2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar