TENTANG KITA
oleh Erlin Erlina Soraya
Ronamu yang pias membius, setelah selembar angin menyibak awan yang menyelimutimu. Selapis tipis awan itu lebih-lebih, membuat indah semakin aku melihatmu...
Di dalammu tersimpan cerita, dari serentetan waktu yang menggulirmu. Kalam yang tak lagi pernah kaupendam mengingatkanku pada kau yang selalu angin kecil.
Jadilah istana besar, ketika ruang sempit tempat semayamku yang merah mawar tak berjendela. Hingga panjang nafas terhela lega seketika, sehingga terlihat kau yang purnama.
Aku terus meraut wajah, semakin kuraut semakin jelas tergambar. Kau semakin nyata ada, dan aku, ingin mendaki hingga puncak, yang dulu kausebut tantangan. Menerjang kabut kesulitan, menepis mara bahaya, dan...menyibak misteri-Nya
Berdiri di depan jedela tak berdaun lagi, wangi taman merasuk khusyuk kedalamku. Perjumpaan denganmu ketika di temaramnya bintang senja, aku tak lupa. Meski temaramnya bintang memudarkan putihnya awan., namun kau, selalu istimewa.
Kelam adalah muara bahagiaku, ketika hasrat merekat sepanjang masa malam. Ah, Dia... pada Dia, cerita panjang kuuraikan, tentang kita.
BNA Wanadadi 04022013
[Ilustrasi: Losemi Melekleri - Diedit oleh Farrah]
oleh Erlin Erlina Soraya
Ronamu yang pias membius, setelah selembar angin menyibak awan yang menyelimutimu. Selapis tipis awan itu lebih-lebih, membuat indah semakin aku melihatmu...
Di dalammu tersimpan cerita, dari serentetan waktu yang menggulirmu. Kalam yang tak lagi pernah kaupendam mengingatkanku pada kau yang selalu angin kecil.
Jadilah istana besar, ketika ruang sempit tempat semayamku yang merah mawar tak berjendela. Hingga panjang nafas terhela lega seketika, sehingga terlihat kau yang purnama.
Aku terus meraut wajah, semakin kuraut semakin jelas tergambar. Kau semakin nyata ada, dan aku, ingin mendaki hingga puncak, yang dulu kausebut tantangan. Menerjang kabut kesulitan, menepis mara bahaya, dan...menyibak misteri-Nya
Berdiri di depan jedela tak berdaun lagi, wangi taman merasuk khusyuk kedalamku. Perjumpaan denganmu ketika di temaramnya bintang senja, aku tak lupa. Meski temaramnya bintang memudarkan putihnya awan., namun kau, selalu istimewa.
Kelam adalah muara bahagiaku, ketika hasrat merekat sepanjang masa malam. Ah, Dia... pada Dia, cerita panjang kuuraikan, tentang kita.
BNA Wanadadi 04022013
[Ilustrasi: Losemi Melekleri - Diedit oleh Farrah]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar