Langit belum mengakhiri perjamuannya
hujan yang masih rintik di luar sana
menembus kekedalaman lara
sejak malam yang telah lama lewat
hingga malam kembali setelah kembara
bagaimana aku membuatmu tertidur adalah perjuangan
melihatmu seperti sedang menarik pedati tanpa kuda
aku sesak juga
Dari sela tirai kuurai mimpimu
: menghela nafas dengan lega
dan peluh di dahimu memanggilku
pandangan pilumu mengikatku
meleburlah pilu-pilu itu di dadaku
aku tidak ingin wajahmu berkucur kecewa
ketika tak kau temukan aku menghadapkan muka
andai pun kau sedang mengelana
mencari pijar lentera di sela koma
akan kutunggu sampai kau menemukannya
dengar aku
yang rindu kau sapa
meski bisik saja
BNA Wanadadi 11/11/2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar