Minggu, 23 Juni 2013

KUNAMAI INDAH


KUNAMAI INDAH
oleh Erlin Erlina Soraya

Malam ini, ketika kuluruh simpuh pada-Mu, tersadar betapa yang telah sudah itu pernah melantakkan seluruhku. Hingga hampir tiap malamku mengharubiru, berulang-ulang melepas tanya pada-Mu, dengan meneteskan air mata yang tiada henti.

Setiap detik adalah ketakutan, seteiap detak jantung seolah perjalanan perpisahan. Aku terpenjara dalam kesedihan. "Aku telah tamat...!" Yang tertulis dalam kertas itu seolah takdir. Hingga seolah setelah gelap tak akan terbias cahaya terang.

Kini kusadari, hikmah itu sungguh ada, di tiap kejadiannya. Lara itu, benar-benar berselimut cinta, bertabur bunga di sekelilingnya, betapa dalam, rahmat dan kasih sayang-Mu padaku.

Tergetar hati tatkala mendengar yang melegakan, hingga tetes demi tetes bergulir menjejak di pipi. Perasaan yang telah menjajahku, hampir enggan meninggalkanku. Kali ini helai demi helai sirna, berlalu dariku.

Terik siang ini nampak begitu memesona, cahaya mataharinya yang keperakan seolah menyepuh semua pohon-pohon, dan permukaan telaga, kilaunya kian indah saja. Dari jendela kamar, keajaiban itu menyihirku. Seolah aku berada di entah, yang kunamai indah.

Bukan hanya sebab matahari siang yang membuat suasana menjadi memesona, bukan hanya pohon-pohon atau kilaunya telaga, namun lebih dari itu, keindahanlah yang sedang singgah di hatiku. Terangnya mentarimkebahagiaan, sedang terang membias di sana. Dan bunga-bunga setamanku telah menebar wanginya.

Inilah indah, ketika rasa sudah bermain-main di selanya dinding hati. Sedih bahagia silih berganti. Dan aku, mohon ijin-Mu, untuk tersenyum kini... Juga nanti.

BNA Wanadadi, 17062013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar