SENYAWA AKSARA
: KANGEN
Oleh Penyair Yang Mati Kemarin feat EES
Sungguh, aku kangen
Ujung syaraf terasa terbakar
Engkau di mana?
Pesan singkat yang kaukirim
"Bukalah langit, kau akan temui kangenmu" Kangen
Bukankah telah dua windu?
Aku tak pernah kuhitung
Eh, aku telah mengurai setiap partikelnya
Lalu beku di titik semu
Kangenku...
Kulihat kauturunkan sekotak bunga
Aku tahu itu bukan bunga terakhir
Terhuyungmu pun aku tahu
Sebab menggebunya rindu
Di mana aku sekarang?
Yang sibuk mengecup bulan
Sehingga melupakan bara yang telah tersulut
Aku hilang di kabut
Mengusap muka tanpa rasa syukur...
Di bawah rintiknya hujan kau berada
Melebur bersama hati yang bercampur debu
Sebentar pelangi kembali menyambangi
Menembus rongga rohmu yang gulita
Timbul kebimbamgan
Ketika hujan hanya menyampaikan pesan
Berlarilah dengan rasa rindu
Selalu kita lupa
Setelah tetes akhir
Kita buat pelangi di juntai fajar
Segaris kecil yang tampak
Lalu kita lupa menyapa pagi
Akh, masih gelap
Bermimpilah...
Lanjutkan saja percakapan kita semalam
Ketika bulan sepotong masih bergelayut di awan
Tak bosan menitip pesan pada mendung
Tuk menurunkan rintiknya
Perlahan gemintang memamerkan kerlipnya
Perlahan angin memainkan sunyinya
Lengkung rindu masih diam di altar hati...
Itu bukan malam terakhir
Kita duduk bersama di beranda
Dari sejak senja hingga malam menurunkan jubahnya
Menunggu langit memberi jawaban
Kita diam menatap juntai senja
Jingga yang kausuka
Ceritakan mimpi itu padaku, sekali lagi
Medio Juli 2013
Editor: ElNya
Ilustrasi: Internet
Follow us on Twitter @duniaaksara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar