Selasa, 06 Agustus 2013

AKU TELAH BAHAGIA

AKU TELAH BAHAGIA

Kau, sudah tak sabar... Putihnya ingin segera terpoles, dengan keemasan atau perak... Kau, adalah terhebat di sepenjang hidup yang terlewat. Kutemu kau bukan kusengaja, namun setia yang kau punya menemaniku saat sedih, saat gulana. Denganmu, berkelana kemana kusuka, menembus kabut mendaki bukit terjal berliku, bahkan ke tempat terindah serupa mimpiku. Di erjalanan kutemu, siang kerontang, senja menggantung, malam kelam tak pun berbintang.

Kutemu rimbun pohon besar mengundangku singgah di bawahnya. Sesekali melintas burung-burung bercengkerama, terbang dari dahan kedahan, kemudian terbang menembus awan... Andai kubisa seperti dia, terbang setinggi yang kusuka, melewati bukit, alur sungai, dan belantara. Bisa, menyapa awan, menyapa pelangi yang tersembunyi, mengajaknya turun mencium telaga, lalu, akan kulupa luka, lupa nestapa... Dan kuteriakkan pada dunia, "aku telah bahagia!"

EES, 07082013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar