Selasa, 17 Desember 2013

RINDU MENGENDAP


RINDU MENGENDAP
oleh Erlin Erlina Soraya

Telah ribuan kata berputar-putar memenuhi kepalaku, namun tak satu pun tergurat sesuatu. Mungkin, sebab cinta, rindunya aku pada waktu, hingga memeluk bisu.

Hening di luar sana membuatku rindu purnama. Yang berjejalan di kelopak tak mampu kutahan lagi, langkahnya mulai menjejak, mengurai cinta. Dan kepadamu aku ingin mengatakannya.

Siang serasa panjang oleh terik, pagi kian menjauh sebab malam menyinggah begitu lama. Getir mengecap jejak, menyisa sunyi. Selalu kucari wajahmu dalam gelap, kubentang kuraba, mereka-reka.

Teringat yang kemarin, penuh tawa. Membekas, meski hanya sepenggalan waktu. Teriak, merajuk manja tak pernah henti, menghias hari. Di kamar ini, tempat kita merajut mimpi, selalu habiskan malam hingga berganti pagi.

Sayang, dengarlah nyanyiku... Nyanyi seorang ibu yang menepi sunyi, barhari, berminggu, berkalang harap. Rindu mengendap.

BNA Wanadadi 09122012
Ilustrasi: Karya lukisan 2013 erlinerlinasoraya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar