Sabtu, 01 Februari 2014

Wanita Penunggang Kuda Sembrani
oleh Diezt Pramudya

Setiap hari kau selalu memanjakanku dengan suara lembutmu, yang mengalir ke ceruk jiwaku. Laksana tetesan embun di pagi hari yang mampu menyejukkan sukmaku yang meradang.

Tutur kata bijakmu yang mengejawantah semua aksaraku, adalah angin segar yang berhembus di bilik hatiku. Kaulukis kanvas kalbuku dengan indah warnamu hingga aku serupa warna lembayungmu.

Wanitaku, kausingkap kerudung dukaku dengan rinai tawa riangmu, yang memercik laksana tempias rinai hujan di beranda hatiku.

Dan dalam kesendirianku merangkul sepi ini, terbersit tanya, "Bagaimanakah bila esok hari, aku tak mendengar suara lembutmu?"
pintaku dalam harap, setiap hari kan kudengar santun salammu sebelum kuterlelap dalam mimpiku.

: For I love you so much, Bunda...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar