Kamis, 25 September 2014

ROSE III

OH, ROSE

Kudengar tentang kejadian menimpamu, pelan ada yang memukul-mukul dada, seolah ada yang ingin keluar. Dan itu sebab kau terperangkap dalam lorong sempit yang dijejali dengan kerikil tajam, batu-batu terjal.

Berulang kali aku menarik napas, panas dada serasa terbakar, merasakanmu sesak di dalam sana. Kau... Harus dengan sebesar mungkin upaya dan tekad, untuk keluar menerjang segala yang menjejal.

Dengar, Rose... Teriakanmu takkan terdengar, hanya serak menyakitkan, maka diam dan berjalanlah. Jangan sebab telah kautoreh ikrar, yang bertahun tersemat dalam hatimu, hingga jatuh, lalu kau biarkan dada penuh luka.

Aku hanya ingin kau serupa kupu kecil, yeng mengembangkan sayap, merentang cahaya. Dan, cobalah ingat lagi, tentang pelangi tempat kau nyanyi di bawah lengkungnya, merengkuh hangat cinta yang Dia tawarkan.

BNA, 26092014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar