cepat
cepatlah
di kedalaman sana
teriak demikian keras
tapi
aku begitu sibuk
dengan berisik
serupa dentum pukul beduk
bertumbuk
sengal napasku
begitu kuat
denyut kepala
beradu dengan degup jantung
dan paru kembang kuncup
hingga
butirbutir kuning mungil
memaksaku menyukainya
memaksaku tergesa
jika lupa menyapa
meramahinya
BNA, 18102014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar