Kamis, 23 Oktober 2014

KESAH RESAH

Bertahun... serupa air, serupa lumuran darah mengalir, serupa mimpi tentang janji yang tak pernah dikrarkan. Kau, aku adalah pelaku kesah resah, tak tahu ke mana mesti berjalan, entah mana daratan.

Penghujan ini, awal perjalanan panjang... Bertanyalah pada semesta, sebab apa kematian asa itu ada dihadapan? Segala menyisa gundah, pekik amarah,tersimpan dalam.

Aku ingat, ketika kupinta kau mendengar limpah kesah, serupa mendaur ulang hidup, hingga bertahun tak diam. Nyanyi pagi selalu terdengar, bagai daun tertiup kesiur lembut angin, menyentuh ujung helai rambut.

Namun sejak kemarin, rinai hujan bercampur debu, rindu menjelma sembilu, menghardik kalbu. Lagi, ku menilas jejak, lewati ruang-ruang resah, tempat tertinggalnya kesah resah.

BNA, 23102014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar