Minggu, 26 Oktober 2014

REHAT

Aku hanya berusaha untuk bangun, ketika penat kian lekat saja, aku bukan sudah tak kuat, tapi hanya butuh rehat sesaat. Aku cinta dengan duniaku yang sekarang... Juga hidupku, bagaimanapun yang Dia kondisikan aku masih tetap mau hidup. Diam sejenak bukan berarti kalah, tapi menyusun strategi, siap-siap, dengan bekal yang Dia berikan. 
 
Perjalanan ini memang tidak mudah, aku punya dua kaki... Tapi jika tidak sesekali berhenti, kakiku bisa sakit, bisa terluka, sedang perjalanan yang aku lalui bukan jalan yang mudah untuk dipijak. Ia penuh dengan kerikil tajam, naik turun tebing curam. Namun, inilah kenikmatan yang tiada tara, ketika aku bisa dengan rasa syukur menjalaninya. -EES- 


BNA, 13 Junu 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar