Aku
hanya berusaha untuk bangun, ketika penat kian lekat saja, aku bukan
sudah tak kuat, tapi hanya butuh rehat sesaat. Aku cinta dengan duniaku
yang sekarang... Juga hidupku, bagaimanapun yang Dia kondisikan aku masih tetap mau hidup. Diam sejenak bukan berarti kalah, tapi menyusun strategi, siap-siap, dengan bekal yang Dia berikan.
Perjalanan
ini memang tidak mudah, aku punya dua kaki... Tapi jika tidak sesekali
berhenti, kakiku bisa sakit, bisa terluka, sedang perjalanan yang aku
lalui bukan jalan yang mudah untuk dipijak. Ia penuh dengan kerikil
tajam, naik turun tebing curam. Namun, inilah kenikmatan yang tiada
tara, ketika aku bisa dengan rasa syukur menjalaninya. -EES-
BNA, 13 Junu 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar