Minggu, 30 November 2014

HANYA KHAYALAN

Hanya Fiksi
Semangkuk bubur itu kubuat dengan penuh kegembiraan, berharap lahap kau santap. lalu percakapan kita akan terus mengalir, tentang bahagia.

Semalaman aku habiskan waktu tidurku hanya untuk memikirkan, bagaimana aku bisa mengembalikan senyum yang telah sekian lama sirna. Entah yang merenggutnya?

Sayang, selain senyum yang biasa, aku rindu suara sengau saat kaulantunkan ayat-ayat-Nya. Lantas kau genggam tanganku penuh kasih, ketika lidahku salah menirukan bacaanmu. Sedih ketika suara itu harus terganti dengan suara dari pemutar pita kaset.

BNA, 01122014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar