Senin, 01 Desember 2014

Masih Fiksi

Aaaaa... masih mungkir, kalau kau tak lagi memikirkannya? Tapi setiap kali kau lihat tukang bubur langganannya selalu saja beli. Bahkan kau rela nambah hingga beberapa kali demi untuk cerita bagaimana di menyukai bubur dagangannya. Aku lihat senyummu begitu rekah, seolah kehadiran tukang bubur itu sebagi obat kerinduanmu padanya.

Baik, aku takkan mengusik kegembiraanmu pagi ini atau pagi lainnya. Kehilangan memang tidak menyenangkan... Nikmatilah selagi kau bisa menikmatinya. Aku yakin, pun kau juga... Sesungguhnya dia tidak ke mna-mana... :)

BNA, 02122014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar