Terbaring
tersengal, ia kumpulkan tenaga ''aku masih hidup, aku masih hidup, aku
masih hidup.'' Sambil berusaha bangkit mulutnya terus komat-kamit.
Ia berusaha merangkak keluar, dari ruangan sempit pengap tempatnya tersekap, namun pintu tak juga ditemukannya, gelap tak seberkas cahayapun.
"Aku harus bisa keluar, aku harus sampaikan pesan ini meski di detik akhir nafasku!" ia terus bergumam, bicara sendiri, menyemangati diri.
Sambil terus mencari pintu keluar, ia terus tak hentikan do'a, berharap Tuhan menolongnya. "Meski satu celah, meski sedikit berkas aku harus bisa menemukanya. Tuhan, beri aku jalan, jangan biarkan sia-sia yang telah aku usahakan, di luar sana banyak anak-anak kelaparan yang sedang menungguku, kasihanilah mereka, berikan kesempatan agar aku terus bisa membantu. Anak-anak panti itu pasti kebingungan." Ia terus berusaha berdialog dengan Tuhan, satu-satunya yang diharapkan bisa memberinya pertolonngan.
Ia berusaha merangkak keluar, dari ruangan sempit pengap tempatnya tersekap, namun pintu tak juga ditemukannya, gelap tak seberkas cahayapun.
"Aku harus bisa keluar, aku harus sampaikan pesan ini meski di detik akhir nafasku!" ia terus bergumam, bicara sendiri, menyemangati diri.
Sambil terus mencari pintu keluar, ia terus tak hentikan do'a, berharap Tuhan menolongnya. "Meski satu celah, meski sedikit berkas aku harus bisa menemukanya. Tuhan, beri aku jalan, jangan biarkan sia-sia yang telah aku usahakan, di luar sana banyak anak-anak kelaparan yang sedang menungguku, kasihanilah mereka, berikan kesempatan agar aku terus bisa membantu. Anak-anak panti itu pasti kebingungan." Ia terus berusaha berdialog dengan Tuhan, satu-satunya yang diharapkan bisa memberinya pertolonngan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar