1)
di lincak bambu
tepi danau yang kini entah
kulepas kau
masih terngiang riak danau
ributnya ikan berebut makanan
pada kilatan surya pagi di wajah cerah
binar itu menggambarkan masa depan
namun titik garis pada kanvas
tak serupa kilat surya di wajah
pada malam ketika bulan redup
hanya kelam
dan
tiap detak, detik tahu
ngilu
syahdu
rindu
2)
menjelang pagi
di sudut sepi
sekeping rasa
pelan mengepakkan sayap
menyapa semesta
kulepes tanya
di mana sajak-sajak
aku beranjak
bukan untuk mengelak
dari candunya sajak
namun kurindu sajak-sajak
3)
ketika rumahku di tepi pantai
sekali malam tak kututup jendela
di antara diam
riak ombak menyapa
bulan bertandang
ketika laut pasang
mengintip cinta
yang berselimut gelombang
ketika nyanyian pagi serupa sunyi
wajah mentari membakar hati
menggugah jiwa
yang terlanjur hampa
4)
seperti aku ketika itu
berteman bangku bisu meja riasku
dan di balik cermin
sekilas wajah mengelabu
terpaku
kurasa merayap senyap
ketika sekeping nyali pergi
entah lagi
duhai helai waktu
aku tahu
kau terus laju
meski badai melemparku
namun aku
bukan yang abai
akan kuburu helai waktu
hingga senja pun
aku
BNA Wanadadi 08/09/2012
tepi danau yang kini entah
kulepas kau
masih terngiang riak danau
ributnya ikan berebut makanan
pada kilatan surya pagi di wajah cerah
binar itu menggambarkan masa depan
namun titik garis pada kanvas
tak serupa kilat surya di wajah
pada malam ketika bulan redup
hanya kelam
dan
tiap detak, detik tahu
ngilu
syahdu
rindu
2)
menjelang pagi
di sudut sepi
sekeping rasa
pelan mengepakkan sayap
menyapa semesta
kulepes tanya
di mana sajak-sajak
aku beranjak
bukan untuk mengelak
dari candunya sajak
namun kurindu sajak-sajak
3)
ketika rumahku di tepi pantai
sekali malam tak kututup jendela
di antara diam
riak ombak menyapa
bulan bertandang
ketika laut pasang
mengintip cinta
yang berselimut gelombang
ketika nyanyian pagi serupa sunyi
wajah mentari membakar hati
menggugah jiwa
yang terlanjur hampa
4)
seperti aku ketika itu
berteman bangku bisu meja riasku
dan di balik cermin
sekilas wajah mengelabu
terpaku
kurasa merayap senyap
ketika sekeping nyali pergi
entah lagi
duhai helai waktu
aku tahu
kau terus laju
meski badai melemparku
namun aku
bukan yang abai
akan kuburu helai waktu
hingga senja pun
aku
BNA Wanadadi 08/09/2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar