entah apa yang didapat
engkau hanya ingin menanti
sapaku untuk mengusir gelisahmu
ketika angin diam
hati tergetar
di malam bulan sepenggal
tawamu sunyi
hanya suara kecil
aku bertanya pada angin malam
kenapa air mata mengalir pada wajah diam
isaknya yang tenggelam
membuat kelopak melati di taman, diam
telah lama kau duduk dalam bisu
menatap bulan dalam gumammu yang tak jelas
dari tatapmu kutemukan duka dalam
terlalu luas luka yang akan kau renangi
bulan telah meninggi di ufuk barat
kuselimuti tubuhmu yang mulai menggigil
tanpa gerak
tanpa suara
hingga seolah waktu berhenti
ingin kuhimpun
helai demi helai waktu
agar kau
kembali
seperti ketika itu
aku dan kau menatap malam tanpa bulan
gelap mungkin indah dalam senandung lirih
ketika kepalaku rebah di bahu kananmu
kau biarkan aku terlena
dari penantian yang melelahkan
"tidurlah, esok malam masih cerita kita"
pintamu, penuh cinta
aku
kau
dan malam
BNAAY Wanadadi 03/10/2012
engkau hanya ingin menanti
sapaku untuk mengusir gelisahmu
ketika angin diam
hati tergetar
di malam bulan sepenggal
tawamu sunyi
hanya suara kecil
aku bertanya pada angin malam
kenapa air mata mengalir pada wajah diam
isaknya yang tenggelam
membuat kelopak melati di taman, diam
telah lama kau duduk dalam bisu
menatap bulan dalam gumammu yang tak jelas
dari tatapmu kutemukan duka dalam
terlalu luas luka yang akan kau renangi
bulan telah meninggi di ufuk barat
kuselimuti tubuhmu yang mulai menggigil
tanpa gerak
tanpa suara
hingga seolah waktu berhenti
ingin kuhimpun
helai demi helai waktu
agar kau
kembali
seperti ketika itu
aku dan kau menatap malam tanpa bulan
gelap mungkin indah dalam senandung lirih
ketika kepalaku rebah di bahu kananmu
kau biarkan aku terlena
dari penantian yang melelahkan
"tidurlah, esok malam masih cerita kita"
pintamu, penuh cinta
aku
kau
dan malam
BNAAY Wanadadi 03/10/2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar