Selasa, 02 April 2013

AKU MENCINTAIMU


Berkali ingin kubisikkan katika kelam mulai merayap mengejar pagi, bergegas kusapa Kau agar tak memunggungiku. Hadapkan muka padaku, senyum itu yang paling aku. Malam masih menyembunyikan embun ketika gebu rindu, semua yang melinukan sendi sirna ketika kusadari Kau selalu ada. Tak lagi sedu sedan mendera karena derita sudah jera.

Adalah harta termewah, saat seketika terjaga di sepertiga. Mau cari kemana? Kebebasan menunjukkan kelemahan adalah saatnya pada-Nya sang pemilik kekuatan luar bisa. Saatnya ruahkan keluhan pada-Nya sang pemilik dan membolakbalikkan hati. Saatnya melepas tanya pada Dia dengan sejagad jawab yang dimiliki-Nya. Saatnya melepas pinta...

Pagi ini, aku benar-benar telah terjaga... Ketika mimpi telah menjadi nyata adalah yang aku pinta. Aku harus sadar ketika waktu menyapa, Dia akan selalu datang, saat terang pun kelam. Tidak ada yang perlu aku lupakan ketika Dia sedia dengar dengan banyak cerita yang kupunya.

Demi Kau duhai Sang Maha Cinta, kuselami lautan aksara, dan ini tak akan pernah sampai pada selesai, karena setelah akhir akan kembali pada mula. Dan kehadiran-Mu dalam kuntum hatiku akan menjadi semat rindu, sehingga asa yang selalu dalam pelukku.

Bangunlah, seperti kudengar bisik salam cinta yang membelai sukma, menggugah jiwa. Kusemai taman dzikir di taman doa, biar aku tergesa menjelang-Mu, rengkuh aku.


BNA Wanadadi 31012012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar