Selasa, 02 April 2013

KAU TAHU AKU


Kukira ini adalah selesat bintang yang sebentar menghilang, ketika kau kisahkan cerita yang aku pikir telah kutahu segalanya. Tanpa bertanya. Ada lumuran kecewa yang mengalir yang tak kuasa aku membedungnya sehingga kau harus menelannya.

Seperti cakrawa yang telanjang rindu kehangatan cahaya, adalah kau yang aku cinta. Bukan persembahan yang kau berikan, namun cinta, sehingga pengorbanan adalah kau yang tak pernah jadi hitungan. Meski di gali sedalamnya cinta, tak terlhat, karena cinta masih di kedalaman sana, yang hanya aku, kau yang bisa merasakan melihatnya.

Sudah entah sekian yang aku rasakan kelembutan yang tak pernah mengering hingga akar menjalar, kasip tak mengenal. Nyala mata bintang yang aku suka adanya kau. Bukan lagi mimpi ketika kutautkan sayap-sayap kecilku pada keindahan yang telah kau tawarkan.

Aku ingat ketika rindu butir pasir laut yang gelombang, siurnya membelai dalam diam dan damai. Kau kisahkan camar yang menyelam meminta ikan kecil pada laut. Inilah negeri yang ajaib, begitu yang aku rasakan ketika kau henti berkisah. Aku ingin kau terus berkisah sampai aku menggantikannya untukmu.

Di sini telah begitu banyak yang telah sudah. Maka bergegas aku memulainya dengan hal baru, tanpa bising lengking nyanyian yang tak aku suka
: Kau sangat tahu aku.


BNA Wanadadi 27012013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar