1/
ketika kau melangkah di depan rumah
semua rinduku kembang merekah
langit kulihat cerah
tawa mentari renyah
saat kutiba di mana pernah kau ada
ada senyum yang kuingat
kau titip di ujung jendela kamarku
: untuk kau akan ingat aku selalu, demi waktu
bisikmu sambil mencium tanganku, waktu terhenti
aku telah hapal gaya jalanmu
atletis dan burung akan riuh berkicau
dan kau masih menyimpan senyum
yang selalu aku banggakan
dan masih tetap sorot matamu setajam elang
adalah kenangan sesaatku denganmu
2/
cinta cintai daku
matamu dipenuhi cinta
sapamu telah membekukan jantungku
itu dulu
cinta cintai daku
tak mau aku dari kata
cinta bisa binasa oleh janji
mauku dari matamu yang bicara
itu dulu
melanjutkan percakapan
bukan lagi yang dulu
senandung lirihku
telah berlalu
ada pun
bukan untukmu
BNAAY Wanadadi 27012013
ketika kau melangkah di depan rumah
semua rinduku kembang merekah
langit kulihat cerah
tawa mentari renyah
saat kutiba di mana pernah kau ada
ada senyum yang kuingat
kau titip di ujung jendela kamarku
: untuk kau akan ingat aku selalu, demi waktu
bisikmu sambil mencium tanganku, waktu terhenti
aku telah hapal gaya jalanmu
atletis dan burung akan riuh berkicau
dan kau masih menyimpan senyum
yang selalu aku banggakan
dan masih tetap sorot matamu setajam elang
adalah kenangan sesaatku denganmu
2/
cinta cintai daku
matamu dipenuhi cinta
sapamu telah membekukan jantungku
itu dulu
cinta cintai daku
tak mau aku dari kata
cinta bisa binasa oleh janji
mauku dari matamu yang bicara
itu dulu
melanjutkan percakapan
bukan lagi yang dulu
senandung lirihku
telah berlalu
ada pun
bukan untukmu
BNAAY Wanadadi 27012013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar