Rabu, 10 April 2013

ANGAN


kuterbang di sela kenangan
tak lagi kutanya kenapa kucinta
ini bukan soal kupu-kupu yang melanda perutku
tapi tentang wangi harum ayah bundaku

tiap detik nafasnya untuk hidupku
tiap detak jantungnya tak sekalipun melupakanku
bahagiaku, bahagia untuknya
senyumku adalah harga tak beribu tak berjuta
tapi adalah segala

di hadapan-Nya bersimpuh hingga peluh
demi pinta yang telah lama dipigura
sejak masa roda menggilas asa
hingga sampai tak sia-sia
tersentuh cahaya
akhirnya
ia


BNA wanadadi 10022012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar