Hatiku sembilu
ketika malammalam terbenam rindu
sunyiku bermain di jendela
luruh di hantam badai kemarin
: engkau di sana dengan senyapmu
"RINDU YANG MENGERING"
Lihatlah langit tak lagi berkaca pada telaga
kelam lebih setia menyelimuti harimu dan hariku
engkau bagai pemburu dengan senapan larasmu
siap menembak dan memuntahkan peluru di kepalaku
bagai raung serigala buas kukukukumu mengoyak jantungku
: Bulan lebih suka sembunyi di balik awan
: Darah rindu telah mengering
"AKU MENYERAH"
Seperti diterjang angin
aku lebih suka melihat senyum rekahmu yang misteri
dalihmu terkadang memecahkan pilarpilar langit
sementara semua mengagungkanmu dari olah pikirmu
tak terbayang pujimu membuat mabuk kepayang
kau tersenyum melihat hati meradang perang
geliat watak yang kusuka tak pernah kusenang
biar menjadi kenangkenagan ketika di bulan terang
: Riang dari luka yang membasah
: Memerah darah: Aku telah menyerah
"INGINKU BERTEMU"
awanawan tercabik terberai dari barisbaris putihnnya
menyapaku lewat angin dan kabar burung
engkau rindu dengan suaraku
engkau masih kuiingat
engkau dan aku
kuingin bertemu
: Diamku diammu terlalu lama
"ENGKAU TAK SENDIRI"
Berkali laut memuntahkan ombak
namun gelombang belumlah badai
aku masih bertahan di helai rindu
aku masih menyimpannya
di setiap helaleganya napasku
: Engkau tak sendiri, bisikku
BNAAY Wanadadi 14022013
Ilustrasi: Lukisan EES

Tidak ada komentar:
Posting Komentar