BERSAMAKU
oleh Erlin Erlina Soraya
Aku lihat masih ada lilin kecil di dadamu, ketika kudatang dengan berselimut kelam. Aku telah tahu sebelum kau mengatakannya padaku, "Di luar sana terlalu dingin untukmu." Tiba-tiba saja, aku menggigil, bukan karena dingin.
Aku hanya takut lelehan lilin kecil itu melukaimu, meski kau melarangku...tetap saja aku ingin mendekat padamu. Lilin kecilmu tidak akan membuatku terbakar. Kau tahu aku selalu bisa menahan panasnya.
Keluarlah, bersamaku...melihat langit yang memeluk purnama, menikmati kerlip bintangnya yang berhambur pada permadani yang membentang hingga punggung bumi: Aku suka ketika senyummu singgah di wajahku.
Dan esok, engkau akan lihat, helai-helai sinar mentari yang menyambutmu ketika pagi. Sebelum itu, kau akan lihat kabut tipis yang menjelma embun, tersenyum padamu hingga mentari menjemputnya.
BNA Wanadadi 23032013
Ilustrasi: Aquaticforum
Edited by Farrah
oleh Erlin Erlina Soraya
Aku lihat masih ada lilin kecil di dadamu, ketika kudatang dengan berselimut kelam. Aku telah tahu sebelum kau mengatakannya padaku, "Di luar sana terlalu dingin untukmu." Tiba-tiba saja, aku menggigil, bukan karena dingin.
Aku hanya takut lelehan lilin kecil itu melukaimu, meski kau melarangku...tetap saja aku ingin mendekat padamu. Lilin kecilmu tidak akan membuatku terbakar. Kau tahu aku selalu bisa menahan panasnya.
Keluarlah, bersamaku...melihat langit yang memeluk purnama, menikmati kerlip bintangnya yang berhambur pada permadani yang membentang hingga punggung bumi: Aku suka ketika senyummu singgah di wajahku.
Dan esok, engkau akan lihat, helai-helai sinar mentari yang menyambutmu ketika pagi. Sebelum itu, kau akan lihat kabut tipis yang menjelma embun, tersenyum padamu hingga mentari menjemputnya.
BNA Wanadadi 23032013
Ilustrasi: Aquaticforum
Edited by Farrah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar