Selasa, 16 April 2013

BIAR DIA KATAKAN CINTA


Hidupnya yang kelam telah jatuh, luruh air matanya, melebur pada hujan. Isak sudah tak lagi terdengar. Raga yang tak berdaya pun telah ia tenggelamkan, dalam merah darahnya yang mawar, meresap ke rahim bumi.

Hari yang matahari bukan lagi mimpi, juga purnama yang sempurna. Hingga mata yang dulu kejora meredup, kembali kejora, dan aku lihat, lebih pijar sinarnya.

Sendiri, berpacu dengan waktu. Tekadnya mengitari bumi, hingga lelah menyapa. Telah memburai asa, sampai setiap kelamnya dini ia baringkan, pada Sang Pemilik hati. Adukan segala yang telah nyala sejak mula derita.

Ia jentikkan jemari pada luka nganga, membentur dinding, tersapu koas bersambut senyum kanvas. Sampai terbingkai bahagia, dan sempat baginya mengatakan cinta.



BNA Wanadadi 03022012
Ilustrasi: Aquaticforum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar