Sore
ini, aku lewatkan hidangan roti bakar, yang sesungguhnya sudah sejak
sepekan lalu aku rindukan. Bukan melamun, hanya menyesal tak kulihat
senyummu yang biasa, sejek kau memintaku membakarnya. Kau pergi, sebab
selai yang kau suka sudah tak lagi ada.
Mungkin esok pagi, siang, atau sorenya... Aku carikan selainya? Tapi kau, sudah tak lagi selera. Aku tidak akan paksa kau, untuk menikmati yang tidak kau suka. Biar saja roti hangus pada panggangannya.
Hanya saat pertama saja kau menyukainya, setelahnya... Meski lezat yang aku tawarkan melebihi yang sudah, tetap saja kau tidak suka. Aku makan sendiri saja, jika tak habis biar semut-semut mengerumuninya lalu membawanya ke lubang-lubang. Dan... jangan kau tanya lagi, apakah masih ada sisa roti.
BNA Wanadadi 08032013
Mungkin esok pagi, siang, atau sorenya... Aku carikan selainya? Tapi kau, sudah tak lagi selera. Aku tidak akan paksa kau, untuk menikmati yang tidak kau suka. Biar saja roti hangus pada panggangannya.
Hanya saat pertama saja kau menyukainya, setelahnya... Meski lezat yang aku tawarkan melebihi yang sudah, tetap saja kau tidak suka. Aku makan sendiri saja, jika tak habis biar semut-semut mengerumuninya lalu membawanya ke lubang-lubang. Dan... jangan kau tanya lagi, apakah masih ada sisa roti.
BNA Wanadadi 08032013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar