kau bangkit dari tempat tidurmu
kautinggalkan empuknya kasur
dan hangatnya selimutmu
kaukalahkan kantuk semalaman
sampai terbit fajar
Keinginanmu berdiri dan duduk
di pekat malam simpuh, tahajud
kaulupakan tidur malam
kaupeluk kegelapannya
kautumpahkan air mata
Sang Pemilik Arsy telah melihat
engkau memuji perjalanan malam
malam yang mati kauhidupkan
kaubelah langit
seolah kaulihat Dia di singgasana-Nya
Dan aku..
sedang terus merebut perhatian-Nya setelah sekian masa berputar-putar
dalam ruangan asing serupa lingkaran api terkurung, terperangkap seakan mati
Jantungku seolah berayun-ayun mengingat itu
gugup, takut
kedua kakiku tak teguh berdiri
gemetar dahiku basah karena peluh yang tak terseka
mengucur jatuh, bersama bening di kelopak
yang mendesak
Duhai Kau, Kekasih... aku hanya ingin malam ini menjadi indah
bersama-Mu tanpa rasa takut
dalam rasa hanya riuh-Mu yang kudengar
dan sebelum malam berganti pagi
berilah aku tanda
BNA Wanadadi 13032013
kautinggalkan empuknya kasur
dan hangatnya selimutmu
kaukalahkan kantuk semalaman
sampai terbit fajar
Keinginanmu berdiri dan duduk
di pekat malam simpuh, tahajud
kaulupakan tidur malam
kaupeluk kegelapannya
kautumpahkan air mata
Sang Pemilik Arsy telah melihat
engkau memuji perjalanan malam
malam yang mati kauhidupkan
kaubelah langit
seolah kaulihat Dia di singgasana-Nya
Dan aku..
sedang terus merebut perhatian-Nya setelah sekian masa berputar-putar
dalam ruangan asing serupa lingkaran api terkurung, terperangkap seakan mati
Jantungku seolah berayun-ayun mengingat itu
gugup, takut
kedua kakiku tak teguh berdiri
gemetar dahiku basah karena peluh yang tak terseka
mengucur jatuh, bersama bening di kelopak
yang mendesak
Duhai Kau, Kekasih... aku hanya ingin malam ini menjadi indah
bersama-Mu tanpa rasa takut
dalam rasa hanya riuh-Mu yang kudengar
dan sebelum malam berganti pagi
berilah aku tanda
BNA Wanadadi 13032013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar