Selasa, 16 April 2013

BIARKAN AKU




BIARKAN AKU
oleh EES

Aku sendiri ketika mendung di senja hari, duduk menatap bias matahari di sela awan hitam, dan berharap tak segera tenggelam. Aku mendulang harapan.

Ingin bergegas, menyamai kepak burung yang entah terbang. Berburu di belukar waktu, tak perduli tertusuk duri lara terjepit nyeri.

Engkau, yang bernama derita, tak akan pernah membuatku surut, sejengkalpun. Meski langit menggelap jalan berkabut. Di depan sana menanti, meski masih misteri... Aku daki, jika dia meninggi, aku renang andai dia lautan.

Jika kukeluhkan, derita takkan berkesudahan. Tubuh boleh tak berdaya... jemariku masih ada, biarkan gemulainya bermain di atas kertas pun kanvas. Menjalin lembar demi lembar kehidupan.

Aku akan mengejarnya, sampai detak detikku berakhir.

BNA Wanadadi 03/11/2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar