kuharap hujan, tak hanya menjanjikan pelangi
namun membebaskanku dari keontang yang meremas hati
dari getir ketika petir menampar
pada hari ketika kau pergi
memandang langit adalah kesukaanku
yang kadang gelap kadang terang
juga ketika bulan masih sepotong
aku menunggunya hingga bulan penuh
bersama malam berkabut
hingga menjelma embun dalam diam
BNA Wanadadi 31/10/2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar