Minggu, 07 April 2013

Cerbung: KADO UNTUK ALICIA (1)

oleh Erlin Erlina Soraya (Catatan) pada 28 Agustus 2012 pukul 3:02 

Ketika Alicia menikmati coklat hangat di ruang tamu, tiba-tiba dikejutkan oleh ketukan pintu. Segera setelah meneguk coklat susunya, Alicia membuka pintu. Tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, ada sosok yang di kenalnya berdiri tegak di hadapan Alicia. Sampai beberapa kali Alicia mengucek matanya.

"Mana mungkin hanya dalam waktu 2 tahun perubahan Omar sudah sedemikian rupa...?" Batin Alicia berkecamuk tanya, tak percaya. Tak hanya pandangan matannya, namun baju lusuh, celana jin belel robek sana sini, dan satu lagi rokok yang terselip di antara dua jarinya. Padahal setahu Alicia, Omar sudah tidak merokok lagi, setelah Alicia dengan tangannya, menghancurkan rokok di tangan Omar dalam keadaan menyala.

"Kenapa Alicia, kau tak percaya aku datang?", Pertanyaan itu membuyarkan lamunan Alicia. "Eh, enggak... maaf aku cuma", Alicia tak meneruskan kalimatnya. "Silahkan masuk, jangan berdiri terus disitu..."

Begitu Omar duduk di ruang tamu, setiap sudut ruangan itu tak terlewatkan dari pandanganya, foto Alicia adalah yang pertama yang dilihatnya. "Masih sama, tidak ada yang berubah, masih selalu cantik, polos tanpa polesan make up, mempesona, hanya terlihat lebih kurus dari ketika aku pulang yang pertama", batin Omar. Bunga di sudut ruangan, sofa merah bata dengan bunga-bunga kecoklatan.

Alicia terlihat kikuk ketika menyadari Omar sedang menatapnya, ataukah Alicia telah lupa kalau mata elang itu memang milik kekasihnya yang sangat dirindukanya selama ini.
"Kapan datang?" Alicia mencoba mencairkan suasana. "Dua hari lalu, maaf tidak bisa langsung datang, ada urusan keluarga yang aku tak bisa tinggalkan" Omar tahu itu bukan kebiasaanya sehingga merasa perlu menjelaskan. Alicia hanya tersenyum dan berusaha menyimpn rasa pensaran dalam hatinya.

"Alicia, maafkan kakak ya" Sambil mengusap wajahnya sekali Omar berusaha menguatkan dirinya untuk bisa mengatakan yang kemarin ditekankan oleh keluarganya, terutama Ibu dan kakak sulungnya yang mengharuskan Omar untuk tidak ragu mengatakannya pada Alicia.

Kali ini Alicia memberanikan diri menatap mata kekasihnya, menunggu apa yang hendak disampaikan. Dalam hati Alicia sudah menduga, ini pasti tentang hubunganya dengan Omar, dan itu serius. "Kenapa tiba-tiba kakak minta maaf? Apa sih kesalahan kakak yang tidak Alicia ketahui?" Tatapan Alicia menuntut jawaban Omar.

Alicia bingung, karena bukan jawaban yang dia terima, tapi tangisan Omar. Seketika Alicia mendekati Omar dan duduk di sampingnya."Kak, ada apa sebenarnya, jelaskan sama Alicia." Sambil mengguncang bahu Omar, Alicia terus bertanya. Namun tak sepatah pun dari mulut Omar, bahkan setelah mengecup kening Alicia, Omar berlalu dari hadapannya.

BNA, Wanadadi 27/08/2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar