Minggu, 07 April 2013

DI BAWAH HUJAN


Biarkan aku tertidur di bawah hujan, hingga gigil bibirku, debar takutku, tak nampak olehmu. Tak ingin kulihat katup gemeletuk gigi yang kautahan. Dan sengat yang kau punyai.

Kau tahu, setelah sepanjang sekian tahun kehidupan, aku tak bisa dengan mudah berjalan. Tak pernah kulihat rimbun pohon untuk bisa kuteduh di bawah naungnya. Gersang tandus jalan yang kutempuh.

Bertemu denganmu adalah terindah, bisa kudengar ceritamu dengan takjub. Kurasakan gejolak kebanggaan karena kumiliki yang selembutmu.



BNA Wanadadi 05042012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar