badai pucat melemparku
di gerbang sunyi
gerbang yang menyuguhkan
remah-remah kenangan
air mata tersembunyi
di balik belukar kata
tak memudar juga kenangan itu
membuat aku yang pucat, semakin pasi
malam merayap semakin dalam
namun langit kian gagah
aku butuh hujan keberanian
untuk beribu rona kasih
yang aku rindukan
seperti alam yang tak terukir di atas jiwa
segera musnah
adalah siksaan jika bergantung padanya
dan aku takkan tertuju ke alam bawah ini
telah aku bisikkan pada-Mu berulang kali
aku tak memerlukan apapun lagi
kecuali Kau
hanya Kau
BNA Wanadadi 11/0/2012
Ilustrasi: Resim & Fotograf & Eftelya
di gerbang sunyi
gerbang yang menyuguhkan
remah-remah kenangan
air mata tersembunyi
di balik belukar kata
tak memudar juga kenangan itu
membuat aku yang pucat, semakin pasi
malam merayap semakin dalam
namun langit kian gagah
aku butuh hujan keberanian
untuk beribu rona kasih
yang aku rindukan
seperti alam yang tak terukir di atas jiwa
segera musnah
adalah siksaan jika bergantung padanya
dan aku takkan tertuju ke alam bawah ini
telah aku bisikkan pada-Mu berulang kali
aku tak memerlukan apapun lagi
kecuali Kau
hanya Kau
BNA Wanadadi 11/0/2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar