kelam di penghujung malam tak mudah aku lupakan
sayangnya waktu tak mungkin bisa ditarik ulur
seperti mainan getah karetku ketika kecil dulu
dan aku bebas memilih
aku pandang keluar jendela kamarku
hujan pertengahan bulan oktober yang tercurah
masih terdengar lirih, sedih
bahkan angin masih terlihat enggan mengantarnya
sehingga musim penghujan lebih suka mengintip di balik awan
"apa yang kau suka ketika malam?"
jika tanya itu untukku, bulan-lah yang segera terlintas
aku suka memandanginya ketika ia menggantung di awan
aku suka kerlip bintang yang berhambur menemaninya
bagiku, bulan tak hanya sekedar pengantar rindu
kuingat kata ibu, "jika ada yang kau rindu, pandangilah bulan"
iya, aku rindu kala itu
dengan bebas naik turun tebing di belakang rumahku
bernyanyi lepas ketika pagi
sambil bergelayut pada pelepah daun kelapa yang melandai
setelah lelah, kututup jendela kamarku
dan aku malu, ketika cicak melihatku tersenyum
BNA Wanadadi 07/10/2012
sayangnya waktu tak mungkin bisa ditarik ulur
seperti mainan getah karetku ketika kecil dulu
dan aku bebas memilih
aku pandang keluar jendela kamarku
hujan pertengahan bulan oktober yang tercurah
masih terdengar lirih, sedih
bahkan angin masih terlihat enggan mengantarnya
sehingga musim penghujan lebih suka mengintip di balik awan
"apa yang kau suka ketika malam?"
jika tanya itu untukku, bulan-lah yang segera terlintas
aku suka memandanginya ketika ia menggantung di awan
aku suka kerlip bintang yang berhambur menemaninya
bagiku, bulan tak hanya sekedar pengantar rindu
kuingat kata ibu, "jika ada yang kau rindu, pandangilah bulan"
iya, aku rindu kala itu
dengan bebas naik turun tebing di belakang rumahku
bernyanyi lepas ketika pagi
sambil bergelayut pada pelepah daun kelapa yang melandai
setelah lelah, kututup jendela kamarku
dan aku malu, ketika cicak melihatku tersenyum
BNA Wanadadi 07/10/2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar