/1/
bisikkan pada sembrani
datanglah padaku
telah kusiapkan
kereta kencana
lepas sukmamu
biarkan dia gugur
terurai
pada pekatnya malam
embun telah menjadi kristal
lalu lenyap
ditelan jubah malam
ketika kau sembunyikan sembrani
kenapa tak kau singkap tirai
sehingga sekat tak lagi membatasi jiwa
lalu kau bisa katakan
: sekarang
atau kau lebih suka
kukecup kelopak melati
yang telah bercampur darah
lalu kau sebut dirimu
: aku masih tegar seperti kemarin
/2/
di atas sajadah
kau ikat kaki sembrani
pada kabut tipis
pada tasbih
pada hati penuh dengan embun
pada udara yang masih selalu kau hirup
kau mulai suka mengulum senyum
ketika pekat datang menyelimuti malam
kau bisik
: Dia sedang melihatku, dari balik bilik langit
aku suka
sembranimu
ketika matanya penuh embun
pada kelam
sepertiga malam
BNAAY Wanadadi 17/10/2012
bisikkan pada sembrani
datanglah padaku
telah kusiapkan
kereta kencana
lepas sukmamu
biarkan dia gugur
terurai
pada pekatnya malam
embun telah menjadi kristal
lalu lenyap
ditelan jubah malam
ketika kau sembunyikan sembrani
kenapa tak kau singkap tirai
sehingga sekat tak lagi membatasi jiwa
lalu kau bisa katakan
: sekarang
atau kau lebih suka
kukecup kelopak melati
yang telah bercampur darah
lalu kau sebut dirimu
: aku masih tegar seperti kemarin
/2/
di atas sajadah
kau ikat kaki sembrani
pada kabut tipis
pada tasbih
pada hati penuh dengan embun
pada udara yang masih selalu kau hirup
kau mulai suka mengulum senyum
ketika pekat datang menyelimuti malam
kau bisik
: Dia sedang melihatku, dari balik bilik langit
aku suka
sembranimu
ketika matanya penuh embun
pada kelam
sepertiga malam
BNAAY Wanadadi 17/10/2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar