Menghidangkan secangkir coklat hangat untukmu, makan bersamamu, aku
ingin bukan lagi mimpi. Lalu setelah itu, kau bacakan aku cerita, atau
kisah perjalananmu dari sejak kau meninggalkanku hingga kembali bersamaku, akan selalu kudengar dengan telinga terbuka.
Aku rindu pada kasih yang kau tunjukan, pada keceriaan, dan tak memberikan ruangan kecuali untuk mengucapakan, "aku sayang kau bidadariku." Mengingat itu... Hidupku yang sebelumnya kelabu menjelma pelangi.
Di setiap halaman yang kubuka, terlihat kau, memandangku. Namun, tak sepenggal pun penjelasan hadir di benakku. Dan sejak saat itu, aku harus mengabaikan rasa sakit setiap hari.
Ketika memikirkanmu, hati terasa melesak. Semua kepedihan, semua duka, semua sepi, semakin menyelimuti. Masih belum kutemu alasan Tuhan, kenapa Dia membawaku padamu ketika itu.
Tarian hujan di luar sana, yang tadinya biasa, kini jadi pemandangan yang paling aku suka. Aku teringat kau, yang selalu mengatakan, di tiap tetes hujan itu adalah rindu, dan juga helaan napasmu yang terluka.
Kesunyian telah sekian masa menemaniku. Dari pagi hingga siang menjelang, sampai senja, kemudian malam merayap lagi, kau... kemana pergi?
BNA wanaadi 29032013
Aku rindu pada kasih yang kau tunjukan, pada keceriaan, dan tak memberikan ruangan kecuali untuk mengucapakan, "aku sayang kau bidadariku." Mengingat itu... Hidupku yang sebelumnya kelabu menjelma pelangi.
Di setiap halaman yang kubuka, terlihat kau, memandangku. Namun, tak sepenggal pun penjelasan hadir di benakku. Dan sejak saat itu, aku harus mengabaikan rasa sakit setiap hari.
Ketika memikirkanmu, hati terasa melesak. Semua kepedihan, semua duka, semua sepi, semakin menyelimuti. Masih belum kutemu alasan Tuhan, kenapa Dia membawaku padamu ketika itu.
Tarian hujan di luar sana, yang tadinya biasa, kini jadi pemandangan yang paling aku suka. Aku teringat kau, yang selalu mengatakan, di tiap tetes hujan itu adalah rindu, dan juga helaan napasmu yang terluka.
Kesunyian telah sekian masa menemaniku. Dari pagi hingga siang menjelang, sampai senja, kemudian malam merayap lagi, kau... kemana pergi?
BNA wanaadi 29032013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar