Semakin
kumerasa cinta, aku menyesal tak membacakanmu cerita malam tadi,
sehingga kumerasa sedang menciumi lukamu. Kenapa kau tak merajuk seperti
biasa, sayang...? Tak biasanya kau begitu memaklumiku. Aku terkejut
ketika melihat matamu bergetar tak tenang dan bibirmu memanggilku dalam
tidurmu. Aku di sampingmu, kenapa masih mencariku.
Maaf sayang, tak sengaja aku telah mengabaikanmu, tak sengaja aku membiarkanmu sendiri meski ragaku selalu di dekatmu. Aku sudah terlalu sibuk dengan duniaku sehingga kau seperti pengganggu.
Lenguh sedihmu menyayat hatiku, aku terperangkap rindu senyummu seketika. Biarkan aku mendekap dalam mimpi tidurmu sampai saat terjagamu. Beri aku kesempatan sekejap berbisik: Kucinta, teramat cinta.
Aku berjanji tidak akan membiarkanmu berpetualang sendirian, meski dalam mimpi. Tak akan kulepas pelukku ketika kau memerlukanku sampai kau tak membutuhkanku lagi. Tak akan kuktutup ruang hatiku untukmu sampai kau masuk dan menyukai lukisanmu di dindingnya. Kau lihatlah rengek rajukmu, senyum tawamu masih kupigura di sana...
"Seketika sesalku ketika melihat tidur Ajua tak tenang 02:30"
BNA Wanadadi 10 Januari 2013 I
Maaf sayang, tak sengaja aku telah mengabaikanmu, tak sengaja aku membiarkanmu sendiri meski ragaku selalu di dekatmu. Aku sudah terlalu sibuk dengan duniaku sehingga kau seperti pengganggu.
Lenguh sedihmu menyayat hatiku, aku terperangkap rindu senyummu seketika. Biarkan aku mendekap dalam mimpi tidurmu sampai saat terjagamu. Beri aku kesempatan sekejap berbisik: Kucinta, teramat cinta.
Aku berjanji tidak akan membiarkanmu berpetualang sendirian, meski dalam mimpi. Tak akan kulepas pelukku ketika kau memerlukanku sampai kau tak membutuhkanku lagi. Tak akan kuktutup ruang hatiku untukmu sampai kau masuk dan menyukai lukisanmu di dindingnya. Kau lihatlah rengek rajukmu, senyum tawamu masih kupigura di sana...
"Seketika sesalku ketika melihat tidur Ajua tak tenang 02:30"
BNA Wanadadi 10 Januari 2013 I
Tidak ada komentar:
Posting Komentar