Kita teruskan cerita semalam, saat bulan terkejut ketika tahu, kita melihatnya sedang mengintip. Bintang juga geli tersenyum: Awan-awan kenapa kau izinkan bulan sembunyi di balik punggungmu?
Kuharap ini bukan malam terakhir kita duduk bersama. Kau bilang: Aku senang, setelah bulan menghilang, masih ada bintang saat malam telah lelap. Dan akan terus terpancar kerlipnya hingga mentari menggantikannya setelah kegelapan.
Dan kau lihatlah senyum daun di kebun-kebun pagi ini, buahnya telah ranum, namun masih berbalut embun, sambil memendam sejumput rindu, pada pulangnya mentari, setelah semalaman tak kembali.
Entah daun berbisik pada kupu-kupu kecil.
BNA Wanadadi 16/11/2012
Ilustrasi: Resim & Fotograf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar