Duhai Kau
tak seorangpun
tahu tentang perjalanan waktu
seperti irama sang bayu
kadang melembut membelai
kadang badai menghempaskan
seperti ketika kau pergi
aku hanya bisa diam
pun saat kau datang
senangpun hanya kusimpan
kenapa selalu kau
Ah Kau
masih yang dulu
selalu tahu
gejolak yang berdebur di hati
kau yang di besarkan oleh kecamuk jaman
tak pernah gentar oleh keadaan
satu hela nafas adalah kemenangan
Ku Hanya
bisa menghela nafas panjang
saat langit dibias senja
temaram datang ketika malam mulai turun
dan berjuntai juntai rasa dalam hatiku
hingga kutersenyum pada embun
kenapa selalu datang di saat pagi
lalu datangnya mentari
membuat daun rela melepasnya pergi
lalu kau tanya
kenapa selalu cinta
ini tentang kupu-kupu yang melanda perutku
tentang gemuruh kuda yang berlarian di sekeliligku
tentang kelopak melati yang selalu kutunggu
tentang pengorbanan yang tak bertepi
BNA, Wanadadi 14/08/2012
tak seorangpun
tahu tentang perjalanan waktu
seperti irama sang bayu
kadang melembut membelai
kadang badai menghempaskan
seperti ketika kau pergi
aku hanya bisa diam
pun saat kau datang
senangpun hanya kusimpan
kenapa selalu kau
Ah Kau
masih yang dulu
selalu tahu
gejolak yang berdebur di hati
kau yang di besarkan oleh kecamuk jaman
tak pernah gentar oleh keadaan
satu hela nafas adalah kemenangan
Ku Hanya
bisa menghela nafas panjang
saat langit dibias senja
temaram datang ketika malam mulai turun
dan berjuntai juntai rasa dalam hatiku
hingga kutersenyum pada embun
kenapa selalu datang di saat pagi
lalu datangnya mentari
membuat daun rela melepasnya pergi
lalu kau tanya
kenapa selalu cinta
ini tentang kupu-kupu yang melanda perutku
tentang gemuruh kuda yang berlarian di sekeliligku
tentang kelopak melati yang selalu kutunggu
tentang pengorbanan yang tak bertepi
BNA, Wanadadi 14/08/2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar